Tuesday, December 24, 2019

Kata Rindu

Mencintai tidak selamanya indah, pun tidak selamanya sakit. Ada waktu dimana diri ini ingin melupakannya, tapi hati bertindak sebaliknya. Ketika pikiran tak sejalan dengan hati, rasa sesak di dada semakin menjadi.

Suara rintik hujan menemaniku malam ini. Malam yang semula hening, mendadak ramai. Ramai akan kenangan kita yang kembali hadir dalam pikiranku. Dengan lancangnya ia kembali lalu-lalang dalam bayang ku.

Rindu ini kian membuncah tatkala ingatan tentang mu kembali memenuhi pikiranku. Namun, aku ingat bahwa aku bukan milik mu lagi.

Maafkan aku yang lancang memendam rasa rindu ini. Jangan salahkan aku. Ingatlah, aku tak akan merindu jika kau tak memberiku harapan akan masa depan kala itu.

Salam rindu,
Dari aku yang 'pernah' ada

Seuntai Kalimat

Hari ini telah berlalu
Meninggalkan segala emosi meluap pun juga kenangan indah
Sang bulan kembali menempati posisi nya

Terimakasih,
Untuk ayah yang telah bekerja keras memenuhi kewajiban sebagai kepala keluarga

Terimakasih,
Untuk bunda yang telah menjadi sekolah pertama bagi para anak untuk meneruskan pendidikan

Terimakasih,
Untuk ibu dan bapak guru yang telah mengajari segenap ilmu bagi para penerus bangsa

Terimakasih,
Untuk pak presiden serta para petinggi yang telah berkorban banyak untuk negara ini

Terimakasih,
Untuk pak pos yang telah berkeliling kota melaksanakan tugasnya mengantarkan surat

Terimakasih,
Untuk pak sopir yang telah mengantarkan penumpang dengan selamat sampai ke tujuan

Terimakasih,
Untuk pak polisi serta tim keamanan yang telah terjaga semalam suntuk demi menjaga keamanan daerah

Terimakasih,
Untuk para penerus bangsa yang telah rela berkorban demi meneruskan perjuangan para pahlawan hari kemarin

Selamat malam,
Kuucapkan ini, khusus untuk kalian
Para pejuang negeri ini

Kata Rindu

Mencintai tidak selamanya indah, pun tidak selamanya sakit. Ada waktu dimana diri ini ingin melupakannya, tapi hati bertindak sebaliknya. Ke...